JAHE MERAH Senyawa Bioaktif, Manfaat, dan Metode Analisisnya
September 30, 2022
Fafa Nurdyansyah, Dyah Ayu Widyastuti

Metrics

  • Eye Icon 59 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 59 views  //  0 downloads
JAHE MERAH Senyawa Bioaktif, Manfaat, dan Metode Analisisnya Image
Abstract

Seperti yang masyarakat kenali, jahe merah sangat mengandung banyak manfaat, sehingga olahannya sebagai obat tradisional atau dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sangatlah dibutuhkan. Tanamannya ternyata dapat dibudidayakan dengan mudah, bahkan di rumah sendiri. Bentuk jahe yang satu ini dapat ditandai dengan rimpang yang lebih kecil dari jahe biasanya. Warnanya adalah jingga sampai merah muda, tergantung pada waktunya panen. Karakteristiknya yang lain dapat dilihat dari serat kasar, beraroma lebih tajam, dan terasa lebih pedas. Jahe merah memiliki nama botani Zingiber officinale var. Rubrum (famili Zingiberaceae) merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh hingga setinggi 50-100 cm. Daunnya berbentuk lancet dengan panjang 5-25 cm lebar 1,5-2 cm. Rimpang jahe merah berkulit tipis dan setelah dikupas menunjukkan bagian dalam berwarna cokelat kemerahan dengan harum jahe tajam menyengat. Rimpang jahe merah mengandung karbohidrat (50–70%), lemak (3–8%), senyawa terpen (zingiberen, bisabolen, farnesen, seskuifelandren, dan kurkumen), serta senyawa fenolat (gingerol, paradol, dan shogaol). Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, tanaman jahe merah banyak digunakan sebagai minuman penghangat tubuh, mual atau muntah, perut kembung, gatal pada kulit, menyembuhkan bengkak, dan lain-lain. Selain sebagai obat, jahe merah juga dapat digunakan sebagai makanan atau minuman atau yang trend saat ini adalah pangan fungsional, seperti roti jahe merah. Definisi pangan fungsional menurut Peraturan Kepala Badan POM adalah pangan yang secara alamiah maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain tidak memberikan kontra indikasi dan tidak memberi efek samping pada jumlah penggunaan yang dianjurkan terhadap metabolisme zat gizi lainnya.

Full text
Show more arrow
 
More from this repository
PELESTARIAN BAHASA DAERAH SEBAGAI JATI DIRI BANGSA INDONESIA
PELESTARIAN BAHASA DAERAH SEBAGAI JATI DIRI BANGSA INDONESIA Image
KEPEMIMPINAN NEHEMIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN PELAYANAN JEMAAT
KEPEMIMPINAN NEHEMIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN PELAYANAN JEMAAT Image
🧐  Browse all from this repository

Metrics

  • Eye Icon 59 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 59 views  //  0 downloads