GEGURITAN TAMTAM (Kajian Nilai Pendidikan Agama Hindu)

I. Ketut Sudarsana • Anak Agung Made Putra Arsana • Ni Gusti Ayu Agung Nerawati • I. Nengah Karsana
Book Widina Bhakti Persada Bandung • July 2020

Abstract

Geguritan Tamtam merupakan hasil karya sastra tradisional Bali yang merupakan bagian dari cerita Tantri, yang dibuat dalam bentuk tembang geguritan ini diikat oleh padalingsa termasuk anonim karena tidak men-cantumkan nama pengarangnya dengan memuat lima jenis Pupuh, yakni: Pupuh Sinom, Pupuh Semarandana, Pupuh Ginada, Pupuh Ginanti dan Pupuh Pangkur. Geguritan ini digubah dengan memakai bahasa Bali Kapara atau bahasa Bali lumrah. Dalam penelitian ini dapat dirumuskan beberapa masalah yakni bagaimana keberadaan struktur Geguritan Tamtam dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu apa saja yang terkandung dalam Geguritan Tamtam. Saat ini Geguritan Tamtam dikalangan masyarakat umat Hindu menjadi perhatian yang sangat menarik khususnya pada kelompok-kelompok pe-santian. Hal yang menarik dan yang sangat mendasar, menurut pengamatan sampai saat ini para pencinta sastra mempunyai persepsi berbeda tentang isi yang terkandung terutama karakter dari masing-masing tokoh utama.

Pada konteks ini Geguritan Tamtam mengandung banyak nilai karakter yang bisa dijadikan acuan dalam kehidupan, termasuk juga dalam mendidik anak dikeluarga. Watak dan karakter seorang anak sesungguhnya dapat dibentuk melalui pendidikan. Ibarat kertas putih bersih, maka seperti itulah perumpamaan bagi seorang anak yang baru lahir. Corak dan karakter anak tergantung dari goresan pendidikan yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan. Dalam konsep Hindu, seorang anak yang baru lahir hingga berusia enam tahun tak ubahnya seperti seorang dewa. Tidak diperbolehkan melakukan kekerasan terhadap anak pada usia tersebut

Isi buku ini antara lain berkaitan dengan struktur Geguritan Tamtam yang dianalisis terlihat jelas, bahwa Geguritan Tamtam memiliki struktur, seperti Pupuh, Plot, Penokohan, Tema, dan amanat serta juga memiliki nilai-nilai pendidikan Tattwa (filsafat) dan nilai pendidikan Etika (Tata susila). Nilai pendidikan Tattwa (filsafat) menekankan pada keyakinan terhadap Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), keyakinan terhadap atma, keyakinan terhadap Karmaphala, keyakinan terhadap Samsara atau punarbhawa, dan keyakianan terhadap moksa. Nilai pendidikan Etika (tata susila) dalam Geguritan Tamtam ini lebih diutamakan ditelaah dari konsep Catur Guru, yakni: Guru Swadyaya, Guru Wisesa, Guru Pengajian, Guru Rupaka. Dan sebagai penyempurna tidak ketinggalan juga di telaah melalui ajaran Tri Kaya Parisudha, yang kesemua hal tersebut termuat dengan sangat baik yang oleh pengarang sendiri dijadikan sebagai pesan moral dan etika kepada para pembaca dan peminatnya.

Metrics

  • 333 views
  • 223 downloads

Publisher

Widina Bhakti Persada Bandung

Penerbit Widina Adalah penerbit berbadan Hukum yang tercatat di perpustakaan nasional sebagai pen... see more