CERITA IMAN (PENGINJILAN MELALUI KESAKSIAN HIDUP)
Березень 1, 2024
Anry Krismanto Nababan

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads
CERITA IMAN (PENGINJILAN MELALUI KESAKSIAN HIDUP) Image
Abstract

Ketika Pdt Anry Nababan meminta saya menuliskan sambutan di bukunya mengenai cerita iman (Penginjilan Melalui Kesaksian Hidup), tanpa berpikir panjang saya segera memenuhinya, walaupun saya sadar, waktu saya belakangan ini semakin terbatas dikarenakan tugas baru sebagai sekretaris jenderal UEM yang baru. Saya menyadari, gereja-gereja membutuhkan literatur seperti ini, karena jujur, dari kacamata gereja-gereja global, secara kuantitas memang jumlah gereja bertambah, namun secara kualitas, ada berbagai kemerosotan iman seperti yang terjadi di Eropa. Penyebab utama mati surinya gereja-gereja di Eropa adalah ketika penginjilan tidak lagi dipahami sebagai pondasi kehidupan bergereja. Ketika Injil tidak lagi disampaikan dan diberitakan secara terbuka dan antusias, maka ini menjadi tanda-tanda berakhirnya eksistensi gereja. Suka atau tidak suka, fenomena ini juga sudah terjadi di Indonesia, apalagi ketika saya mendengar bahwa banyak gereja-gereja di Indonesia hanya dikunjungi oleh sekitar 30% anggotanya. Apakah ini menjadi semacam alarm bagi kita di Indonesia, bahwa krisis yang dialami oleh rekan-rekan kita Kristen di Jerman, dalam beberapa tahun lagi akan menjadi bagian dari kehidupan kegerejaan kita? Karenanya, saya sangat mengucapkan terimakasih atas tulisan berharga dari saudara Pdt. Anry Nababan ini. Beliau adalah pendeta muda HKBP, namun sekaligus sebagai Evangelism Contact Person (ECP) UEM yang bertugas untuk menopang pelayanan penginjilan UEM di aras akar rumput HKBP dan GKPA. Pengalaman beliau dalam bidang penginjilan tidak diragukan lagi, sehingga buku ini menjadi referensi yang layak dibaca oleh para aktivis gereja dalam menggairahkan dan menemukan inovasi terkini dalam memberitakan Injil secara kontekstual. Ada sedikitnya 3 hal penting tentang penginjilan menurut saya berangkat dari pergumulan missi global:

Pertama, penginjilan harus menjadi jantung dan otak gereja. Tubuh manusia akan mati jika jantung berhenti berdetak dan otak berhenti berfungsi. Demikian juga gereja, jika penginjilan tidak lagi dijadikan sebagai jantung dan otak, maka gereja itu sesungguhnya sudah mati. Untuk itu, kita tidak bisa lagi berkutat di metode-metode penginjilan masa lalu karena ini hanya menjadikan penginjilan sebagai kisah usang yang membosankan. Pdt. Nababan memperkenalkan model “Story Telling” (model bercerita). Masyarakat kita dibesarkan oleh model cerita. Sejak dahulu kita mengenal kisah si Kancil dan Buaya atau Malin Kundang. Di Eropa kita mengenal kisah putri korek api dan di Afrika kita mengenal kisah Pangeran Singa. Cerita-cerita itu tertanam di benak anak-anak hingga dewasa yang kemudian membentuk kepribadian dan nilai-nilai kehidupan mereka. Ketika story telling ini diperkenalkan sebagai metode penginjilan, maka kita akan lebih mudah memahami cinta kasih Allah bagi hidupnya baik melalui ciptaan, Yesus Kristus hingga tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Untuk itu, gereja harus mempersiapkan metode bercerita ini secara sistematis, berkesinambungan serta relevan bagi kehidupan di mana penginjilan itu dilangsungkan. Ini tentu membutuhkan sumber daya manusia dan dana!

Selanjutnya, marilah kita hentikan menceritakan tokoh-tokoh Alkitab yang berwajah Eropa dan berbudaya barat di khususnya di gereja-gereja Batak. Jika kita hendak memperkenalkan tokoh-tokoh Alkitab atau cinta kasih Allah, ceritakanlah dengan nama-nama Batak, di lokasi sekitar danau Toba dan mempergunakan torsa-torsa Batak. Cerita tentang Allah kemudian akan lebih mudah diterima karena Allah telah menjadi bagian keluarga warga Kristen Batak.

Kedua, ceritakanlah tentang kebenaran iman. Kita harus mengajarkan warga kita untuk hidup dalam iman ketika hidup tidak selamanya mudah. Menjadi Kristen tidak selamanya penuh dengan kemenangan, kesehatan dan damai. Sering menjadi Kristen adalah panggilan untuk teguh dalam penderitaan dan tersenyum dalam tangisan. Penginjilan harus memperkenalkan Allah yang penuh cinta kasih namun juga Allah yang membenci dosa. Kekristenan juga akan menjadi relevan, jika iman tidak sekedar diperkenalkan sebagai anugerah murahan, kekristenan susu dan teologi kemakmuran. Iman Kristen juga harus dihidupi oleh anak-anak Tuhan yang tetap berdoa, bernyanyi dan beribadah walau hidup sedang tidak baik-baik saja. Kisah-kisah Alkitab juga dipenuhi oleh para pencinta Tuhan yang lebih sering dizalimi daripada dipuja puji. Ini harus menjadi tolak ukur keberhasilan penginjilan kita, sejauh mana umat Kristen tetap setia, sabar dan berpegang teguh pada imannya saat kehidupan sedang jatuh bangun.

Terakhir, berhati-hatilah sebagai penginjil. Jujur, tantangan terberat sebagai penginjil pelayan tahbisan adalah seberapa siap kita semakin meredup namun Kristus semakin bersinar. Ini sulit, karena banyak penginjil suka terlihat lebih menawan dari Kristus yang diberitakannya. Marilah kita benar-benar memberitakan Kristus dan menghentikan pemberitaan tentang kita. Marilah kita memberi ruang kepada warga jemaat untuk melakukan Story Telling mereka, bukan hanya bercerita tentang kita para pelayan tahbisan. Kita ingat, penginjilan adalah tugas seluruh umat percaya, bukan hanya tugas pendeta dan pelayan tahbisan lainnya. Sudah saatnya kita melakukan penginjilan resiprokal, dimana kita saling menginjili, saling bertukar kisah, saling bercerita tentang iman dan Tuhan dari pengalaman dan pergumulan hidup kita masing-masing. Inilah yang disebut penginjilan “lintas” atau “saling”, sehingga Kristus kemudian menjadi milik bersama bukan milik segelintir imam, hal yang sejak lama diidamkan oleh Martin Luther, sang reformator itu.

Akhir kata, selamat atas penerbitan buku ini kepada adikku dan rekan sepelayanan, Pdt. Anry Nababan. Semoga buku ini semakin menggugah semangat kita sebagai gereja dan jiwa-jiwa yang telah ditebus Kristus untuk terus mengabarkan Injil baik maupun tidak baik waktunya (2 Timotius 4:2)

Full text
Show more arrow
 
More from this repository
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA RUMAH SAKIT
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA RUMAH SAKIT Image
HUKUM PERBANKAN SYARIAH
HUKUM PERBANKAN SYARIAH Image
🧐  Browse all from this repository

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads