Just Published
Book

AGILE GOVERNANCE APLIKASI DALAM PELAYANAN PUBLIK

SAINS OF MATH

AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH

Book

KEPABEANAN DAN BEACUKAI

Book

PENGANTAR ADMINISTRASI BISNIS

Book

MANAJEMEN ARSIP

Book

KEPABEANAN DAN BEACUKAI

Book

PENGANTAR ADMINISTRASI BISNIS

Book

MANAJEMEN ARSIP

Most Viewed
Book

TEKNOLOGI FERMENTASI LOKAL DAN KAJIANNYA

Fermentasi lokal kali ini mencermati minuman beralkohol di pulau Timor; laru putih, laru merah, dan sopi, yang dibuat dengan memanfaatkan starter mur laru yang didapatkan pada hari keempat setelah kayu laru (Peltophorum pterocarpum) di masukan dalam larutan gula aer atau nira lontar. Mur laru merah yang diberi kayu laru memiliki kemampuan fermentasi terbaik dengan kadar alkohol laru merah 8,43% dan sopi 23,20%.Identifikasi molekuler Sacharomyces cereviceae mur laru merah dari rumah produksi di kabupaten Kupang dan kota Kupang, kemudian data Uji penggunaan langsung mur laru merah sebagai ragi pada pembuatan roti disajikan dalam buku ajar ini .Pada buku ini disajikan juga tahapan metode Identifikasi molekuler; 1. Genomic DNA extraction with Quick-DNA™ Fungal/Bacterial Miniprep Kit (Zymo Research, D6005). 2. PCR amplification with MyTaq HS Red Mix (Bioline, BIO-25047). 3. PCR product purification with DNA Clean and Concentrator (Zymo Research, D4003). 4. Bi-directional Sequencing. Tahapan metode Uji penggunaan langsung mur laru merah sebagai pengganti ragi komersiil ; Hasil identifikasi molekuler terhadap koloni isolate mikroorganisme mur laru merah dari rumah produksi Sikumana (kota Kupang), Camplong dan Noelbaki (kabupaten Kupang) menunjukkan taraf kemiripan 99% - 100% sama dengan Sacharomyces cereviceae. Perbandingan volume mur laru merah dengan berat bahan pada pemanfaatan langsung mur laru merah sebagai ragi pada pembuatan roti yang tepat adalah 1:2
Book

PENGANTAR PENELITIAN PENDIDIKAN

Penelitian (research) dapat diartikan sebagai upaya atau cara kerja yang sistematik untuk menjawab permasalahan atau pertanyaan dengan jalan mengumpulkan data dan merumuskan generalisasi berdasarkan data tersebut dan sebagai proses pemecahan masalah dalam menemukan serta mengembangkan batang tubuh pengetahuan yang terorganisasikan melalui metode ilmiah. Kemudian maka penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai proses yang sistematis untuk memperoleh pengetahuan (to discover knowledge) dan pemecahan masalah (problem solving) pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan maupun analisis datanya, serta membuat rumusan generalisasi berdasarkan penafsiran data tersebut. Yang dimaksud dengan metode ilmiah adalah metode yang menggunakan prinsip-prinsip science, yaitu sistematis, empiris dan objektif. Untuk memecahkan masalah dapat juga dilakukan Pendekatan non-ilmiah, yaitu menggunakan cara-cara (a) dogmatis, berdasarkan kepercayaan atau keyakinan tertentu; (b) intuitif, berdasarkan pengetahuan yang diperoleh secara tidak disadari atau tidak dipikirkan terlebih dahulu; (c) spekulatif, coba-coba, atau trial and error, cara terkaan, untung-untungan, yang temuannya bersifat kebetulan; dan (d) otoritas ilmiah, yaitu berdasarkan pendapat atau pemikiran logis para ahli dalam bidang tertentu. Penelitian pendidikan sungguh penting dan sangat diperlukan pada setiap organisasi pendidikan. Penelitian pendidikan diharapkan bermanfaat dalam mengembangkan teori baru dan mampu memberikan alternatif solusi pemecahan masalah yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan saat ini. Maka dari itu buku ini hadir kehadapan sidang pembaca sebagai bagian dari upaya diskusi sekaligus dalam rangka melengkapi khazanah keilmuan dibidang pendidikan, sehingga buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan acuan bagi kalangan intelektual dilingkungan perguruan tinggi ataupun praktisi yang berkecimpung langsung dibidang pendidikan.
Suggested For You
Book

PENGANGGARAN PERUSAHAAN SEBUAH TINJAUAN TEORI DAN PRAKTIS

Pengarahan atau actuating adalah sebuah kegiatan memberikan sejumlah instruksi, perintah maupun petunjuk dari seorang manajer kepada bawahannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaan. Pengarahan sering disebut sebagai fungsi actuating (menggerakkan) atau juga fungsi directing (mengarahkan). Memberi pengarahan adalah fungsi atau tugas yang keempat dari pimpinan. Bila perencanaan pekerjaan sudah tersusun, struktur organisasi sudah ditetapkan dan posisi (jabatan) dalam struktur organisasi atau perusahaan sudah terisi, berkewajibanlah pimpinan untuk menggerakkan bawahan. Artinya memutar roda mesin perusahaan dan pengkoordinasian agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat direalisasi. Menggerakkan bawahan inilah yang dimaksud dengan fungsi keempat dari pimpinan, yakni menggerakan bawahan. Oleh karena itu untuk melengkapi pembahasan, buku ini dilengkapi dengan berbagai macam materi terkait konsep dan teori penganggaran perusahaan, diantaranya: Tujuan, syarat, manfaat dan fungsi penganggaran, mekanisme penyusunan dan relevansi anggaran, perencanaan dan pengendalian laba, forecast dan penganggaran perusahaan, anggaran produksi, anggaran bahan baku dan angaran tenaga kerja serta anggaran overhead cost pada bank, capital budgeting, anggaran piutang, anggaran komprehensif, anggaran parsial bagian pertama dan anggaran parsial bagian kedua, dan di akhiri dengan pembahasan tentang alat analisis anggaran perusahaan.
Book

HUKUM MEDIA MASSA

Book

KOMUNIKASI KESEHATAN

Book

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Book

PENGANTAR ILMU HUKUM

Book

HUKUM MEDIA MASSA

Book

KOMUNIKASI KESEHATAN

Book

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Book

PENGANTAR ILMU HUKUM

Book

ILMU ALAMIAH DASAR

Book chapter

PRILAKU KONSUMEN DAN PERKEMBANGANNYA DI ERA DIGITAL

Book

TEKNOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Book

TATA HUKUM INDONESIA

Book

KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Read more articles