BUNGA RAMPAI "PENDIDIKAN YANG MENCERDASKAN" DALAM RANGKA HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2022
Июль 4, 2023
Mesta Limbong, Witarsa Tambunan, Desi Sianipar, Nevly Wisano Powa, Hendrik Palinggi + 1 more author

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads
BUNGA RAMPAI \u0022PENDIDIKAN YANG MENCERDASKAN\u0022 DALAM RANGKA HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2022 Image
Abstract

Gelar akademik adalah bentuk penghargaan yang dapat dicapai dari setiap strata pendidikan yang telah dicapai kurun waktu tertentu. Dengan berkembangnya budaya akademik akan dapat mendongkrak terjadinya masyarakat demokratis yang ditandai dengan kebebasan menyatakan pikiran dan pendapat, sehingga masyarakat bebas melakukan penelitian sesuai dengan kompetensinya dan terjadilah kreativitas masyarakat. Apabila masyarakat berkembang menjadi masyarakat demokratis yang salah satu ditandai dengan munculnya budaya akademik, sehingga masyarakat menghargai gelar akademik yang disandang oleh masyarakat, dengan pengertian lain bahwa gelar akademik yang disandang itu sesuai dengan kompetensi.

Merdeka Belajar merupakan salah satu program pendidikan yang ditetapkan dan dijalankan pemerintah untuk menciptakan suasana belajar yang merdeka dan menyenangkan sehingga peserta didik, pendidik, orang tua dan semua orang memiliki kebebasan untuk mengembangkan kapasitasnya yang sebelumnya banyak keluhan dalam dunia pendidikan yang menghambat kebebasan berpikir dan berkarya. Akibatnya, hal tersebut menghambat pembentukan manusia Indonesia yang unggul. Pembentukan manusia unggul melalui program merdeka belajar sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pendidik, dan kurikulum merdeka. Kepala sekolah memiliki kebebasan untuk mengoptimalkan kompetensinya sendiri dan kompetensi pendidik dan peserta didik yang terfokus pada perwujudan manusia unggul.

Kurikulum merdeka memampukan peserta didik untuk berpikir dan bertindak kreatif, inovatif, analitis, kritis, kolaboratif, serta berkarakter dalam proses pembelajaran di mana hal itu mengantar mereka menjadi manusia unggul. Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi semua warga sekolah termasuk siswa, guru, dan orang tua. Untuk itu, pemanfaatan teknologi melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu. Teknologi yang semula dinilai asing semakin lama menjadi sahabat bagi guru dalam mengembangkan pembelajarannya. Namun, tidak dipungkiri bahwa pembelajaran tatap muka secara langsung lebih banyak memberikan dampak positif bagi perkembangan sikap jika dibandingkan dengan PJJ. Sikap sulit terdeteksi melalui pembelajaran jarak jauh, khususnya bagi peserta didik yang masih dalam proses perkembangan.

Guru ideal menjadi among dan pamong bagi anak didiknya. Untuk menghasilkan manajemen pendidikan yang menyenangkan sesuai filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara pada kurikulum merdeka dapat diwujudkan jika kepala sekolah sebagai manajer dapat menciptakan lingkungan sekolah sebagai sebuah ekosistem yang membuat orang-orang di dalamnya mampu bekerja dengan suka cita, tenang, penuh tanggung jawab, dan berkembang dengan baik, dan sebagai administrator, kepala sekolah dengan aktif mewujudkan kurikulum berjalan dengan baik sesuai dengan visi, misi sekolah; Kedua untuk menghasilkan pembelajaran pendidikan yang menyenangkan sesuai filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara pada kurikulum merdeka dapat diwujudkan jika guru mengembangkan dirinya secara baik pada kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan potensi dari masing-masing siswa peran guru dan orangtua selanjutnya adalah memberikan dukungan dan tuntunan bagi peserta didik.

Pelaksanaan Projek penguatan profil pelajar pancasila adalah bagian dari pembelajaran utama yang dilaksanakan di kurikulum merdeka yang wajib dilakukan di satuan pendidikan. Alokasi waktu untuk pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila adalah 30% per tahun. Pembelajaran menekankan pada prinsip holistik, kontekstual, berpusat pada murid dan eksploratif yang dirancang melalui delapan tema yang diharapkan dapat menjawab isu-isu sentral terkait dengan adanya perubahan iklim, radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi dan kehidupan berdemokrasi.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads