FEODALISME BUDAYA DAN KONSEP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG MEMBEBASKAN
December 26, 2022
Remegises Danial Yohanis Pandie, Desi Sianipar

Metrics

  • Eye Icon 4 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 4 views  //  0 downloads
Abstract

Pendidikan yang membebaskan sejatinya menjadi pendidikan yang mampu mengeluarkan fitrah manusia dari kekangan dan intimidasi. Pendidikan yang membebaskan akan melahirkan masyarakat yang demokratis, sehingga bebas mengutarakan pendapat dan bebas menuntut hak-hak asasinya. Pendidikan memproduksi kemampuan belajar siswa dan memberi perubahan bagi masa depan setiap siswa yang ambil bagian dalam kegiatan belajar mengajar. Anak didik selayaknya dapat memandang guru dan teman itu sebagai subjek pendidikan, yang mana antar subjek pendidikan saling memecahkan dan saling melakukan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan mendeskripsikan orientasi dalam diri setiap orang. Orientasi pendidikan diperlihatkan dengan taraf hidup yang baik serta meningkatnya perubahan karakter seperti peningkatan kognitif, afektif dan psikomotor, serta kegiatan untuk mentransendensikan dirinya secara bermartabat. Pendidikan digunakan sebagai kendaraan untuk menjalankan ideologi yang pada akhirnya menjerumuskan masyarakat Brasil ke dalam jurang kemiskinan, penindasan, kebodohan, perbudakan dan terasing dari dunia luar.

Pendidikan agama Kristen yang membebaskan menjadi isu utama dalam situasi yang terjadi di Brasil. Hadirnya pendidikan agama Kristen yang membebaskan tidak terlepas dari upaya para teolog Amerika latin untuk memperbaharui kehidupan sosial, ekonomi dan budaya dari tindakan eksploratif pemerintah dan perusahaan internasional. Inti persoalannya adalah mengkritisi perbudakan yang dilakukan oleh kaum oligarki, kapitalis dan kekerasan yang membuat rakyat menderita. Suku Boti belum sepenuhnya menyadari pentingnya pendidikan, sehingga dibutuhkan pendekatan yang berbasis budaya. Tujuannya adalah mengedukasi pentingnya pendidikan bagi keberlangsungan dan kemajuan desa secara umum dan masyarakat secara pribadi. Teori Paulo Freire bisa diterapkan di Suku Boti karena mencakup metode humanis, dialog, penyadaran dan teologis, sehingga memudahkan para pemangku kepentingan maupun praktisi pendidikan untuk melakukan pendekatan dengan Suku Boti.

Full text
Show more arrow
 
More from this repository
COLLECTIVE LEADERSHIP ERA POSTMODERN
PENGANTAR MANAJEMEN PUBLIK DAN BISNIS (Tinjauan Teori dan Konseptual)
HUKUM HUMANITER
šŸ§  Browse all from this repository

Metrics

  • Eye Icon 4 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 4 views  //  0 downloads