Metrics

  • visibility 0 views
  • get_app 0 downloads
description Book public Widina Bhakti Persada Bandung

BUKU AJAR PEMERINTAHAN TRADISIONAL DI PAPUA

Willius Kagoya
Published 18 November 2021

Abstract

Di Provinsi Papua maupun Provinsi Irian Jaya Barat dikenal dengan tiga tungku sistem pemerintahan. Tiga tungku meliputi Pemerintahan Formal, Pemerintahan Gereja dan Pemerintahan Adat. Pemerintahan Tradisional memiliki andil yang sangat besar dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Secara khusus di Papua, pemerintahan Tradisional dipegan oleh Ondoafi, Tua-tua Kampung/Adat, Kepala Suku, atau Big Man, yang pada umumnya sangat dihormati oleh penduduk setempat. Sebagai organisasi pemerintahan tradisional di Papua, MRP (Majelis Rakyat Papua) telah lahir dan berperan dalam turut mensejahterakan penduduk Papua serta menjadi pengantara bagi penduduk Papua dengan Pemerintah Pusat. Namun kenyataanya pemerintahan tradisional ini pun belum mampu berbuat banyak untuk menolong penduduk Papua dalam mendapatkan hak-hak sebagaimana mestinya. Seringkali terjadi konflik di Papua sebagai akibat dari ketidakpuasan penduduk setempat terhadap system pemerintahan pusat yang dipandang pilih kasih bahkan seolah-olah menganak-tirikan Papua. Berbagai kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, kurang menyentuh masyarakat Papua. Hingga saat ini, kemiskinan masih nampak jelas menjadi bagian dari kehidupan penduduk setempat. Sebaliknya, penikmat-penikmat kebijakan pemerintah pusat didominasi oleh kaum pendatang. Ketimpangan pun tidak dapat dielakkan, yang kaya semakin kaya sementara yang miskin semakin miskin. Tanah Papua yang dikenal berlimpah susu dan madu, kaya dengan emas dan perak, tetapi penduduknya menjadi pengungsi di tanah sendiri. Mereka kehilangan lahan untuk bertani guna mencari hidup, mereka juga bahkan kehilangan tempat tinggal dan harus menyewa rumah pada kaum pendatang. Fenomena ini sangat memprihatinkan, bahkan setelah Otonomi Khusus diberlakukan dan hampir sampai pada akhir periode Jilid I. penulis dapat katakana bahwa Otonomi Khusus bagi Papua telah gagal. Buktinya, kemiskinan penduduk Papua masih nampak dengan jelas, pendidikan masih tertinggal, orang Papua pun masih banyak yang belum memiliki pekerjaan. Pentingnya tiga tungku dapat memahami sistem budaya Papua untuk mampu mendongkrak seluruh warga Papua demi kesejahteraan di Papua, dengan demikian kesejahteraan dan kedamaian di Papua dapat tercipta. Mahasiswa yang belajar mata Kuliah ini diharapkan mampu memahami karakteristik budaya dan sistem pemerintahan Tradisional demi edukasi berkelanjutan terhadap warga negara yang multi kultural di Papua sebagai alat pembangunan manusia dan budayanya.

Full text

 

Metrics

  • visibility 0 views
  • get_app 0 downloads