MENINGKATKAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA APARATUR SIPIL NEGARA

Enong Rostiawati
Book Widina Bhakti Persada Bandung • July 2020

Download full text
(Bahasa Indonesia)

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik sangat ditentukan oleh keterlibatan dan sinergi tiga aktor utama yaitu aparatur pemerintah, civil society serta pihak swasta. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, aparatur pemerintah merupakan salah satu aktor penting yang memegang kendali proses berlangsungnya Good Governance.

Aparatur pemerintah merupakan komunitas individu-individu yang memiliki tugas dan fungsi yang terlembagakan untuk melayani rakyat yang dapat diartikan secara singkat sebagai pemikir, perencana, pelaksana sekaligus pengawas jalanya pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan masyarakat. Dalam konteks pemerintahan yang baik salah satu kunci sukses terpenting dari adanya perubahan dalam proses Good Governance terletak pada individu-individu (aparatur) itu sendiri.

Mengingat perannya yang sangat vital, maka sudah selayaknya suatu organisasi melakukan suatu mekanisme pemeliharaan sumber daya manusia dengan memperhatikan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada pegawai negeri sipil itu sendiri. Menurut Griffin dan Moorhead, Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah sesuatu yang mengacu kepada perilaku seorang individu yang dapat memberikan dampak positif kepada organisasinya. Griffin dan Moorhead memberikan contoh dengan membandingkan dua orang pegawai yang memiliki kualitas yang sama dalam sebuah pekerjaan, tetapi salah satu dari pegawai tersebut tidak bersedia bekerja sampai larut dan hanya bekerja sesuai dengan jam kerjanya, sedangkan satu seorang pegawai lain bersedia untuk bekerja sampai larut meskipun itu di luar jam kerjanya, pegawai juga bersedia membantu bosnya kapanpun dibutuhkan. Menurut Griffin tipe individu yang kedua memiliki perilaku tersebut dinyatakan sebagai pegawai yang memiliki OCB yang lebih baik.

Dalam kontek pembahasan buku ini, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabaran eselon IV tentu memiliki peranan yang sangat vital dan strategis. Sebagai pejabat eselon IV diperlukan perilaku kerja ektra peran sebagai motivator, inovator, fasilitator dan pembimbing karena segala aspek yang berkaitan dengan peran pejabat eselon IV pada akhirnya turut mempengaruhi output organisasi yang bersangkutan. Oleh karena diperlukan sebuah strategi atau mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabaran eselon IV.

Metrics

  • 60 views
  • 57 downloads

Publisher

Widina Bhakti Persada Bandung

Penerbit Widina Adalah penerbit berbadan Hukum yang tercatat di perpustakaan nasional sebagai pen... see more