PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN

Indarjani Indarjani • Handayani Handayani • Hetty Ismainar • Puji Muniarty • Nurhayati Nurhayati 8 more
Book chapter Widina Bhakti Persada Bandung • June 2020 India • Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia)

Abstract

Sejalan dengan laju pertambahan penduduk yang membentuk kurva eksponensial maka ekstraksi sumber daya alam terus terjadi. Kerusakan hutan sebagai sumber daya hayati tidak terelakkan, hampir 80% hutan dunia telah hilang dimana 5-10% deforestasi terjadi di aerah tropis, termasuk Indonesia. Lalu sekitar 55 milyar ton pertahun kekayaan perut bumi berupa energi fosil dan mineral terus dikeruk menyisakan kerusakan lingkungan yang demikian parah. Terumbu karang telah mengalami kerusakan yang serius, bahkan diprediksi bahwa jika tdk dilindungi maka habitat ini akan hilang dalam kurun waktu 30 tahun kedepan. Belum lagi polusi sampah di laut yang telah membentuk pulau-pulau sampah terapung yang terkenal dengan sebutan “Great Pacific Garbage Patch” yang luasnya merupakan penjumlahan dari daratan India, Meksio dan benua Eropa dan tidak bisa direduksi bahkan tambah meluas. Saat ini penduduk dunia membutuhkan 50% sumber daya alam lebih banyak dari kemampuan alam memberikannya, artinya dibutuhkan 1 1/2 (satu setengah) bumi untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. Tapi kita hanya punya satu bumi (Only One Earth, One Bioshere) dimana kita tinggal saat ini.

Dampak kerusakan lingkungan telah dirasakan baik skala lokal maupun global. Peristiwa banjir sudah menjadi pemandangan keseharian ketika hujan turun, kebakaran hutan, penyebaran penyaki baik epidemi maupun pandemi, kekeringan dalam skala luas, cuaca ekstrim musim dingin, gelombang panas, topan badai yang sudah menghampiri pantai dan kerap terjadi semua itu terjadi dengan memakan korban dan biaya yang tidak sedikit serta telah memusnahkan upaya-upaya pembangunan yang tujuannya untuk mensejahterakan beralih menjadi menyengsarakan.

Dampak kerusakan lingkungan tidak saja hanya menimpa flora dan fauna tapi juga manusia sebagai khalifah yang dititipkan bumi ini untuk dikelola dan dirawat. Kerusakan lingkungan yang sudah demikian menghawatirkan memerlukan langkah-langkah drastis dan strategis untuk membentuk cara pandang baru terhadap lingkungan serta gaya hidup yang akrab lingkungan bukan penguasa lingkungan. Salah satu media yang strategis adalah melalui pendidikan yang bisa melahirkan agen-agen perubahan lingkungan, mulai dari skala rumah tangga hingga komunitas global

Metrics

  • 129 views
  • 178 downloads

Publisher

Widina Bhakti Persada Bandung

Penerbit Widina Adalah penerbit berbadan Hukum yang tercatat di perpustakaan nasional sebagai pen... see more