FITOFARMAKA
Januari 10, 2023
Rizky Resvita R. Bahi, Alfiana P. Gonibala

Metrik

  • Eye Icon 1 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 1 kali dilihat  //  0 kali diunduh
Abstrak

Tumbuhan sebagai sumber obat-obatan dapat dijadikan alternatif dari penggunaan obat sintetik yang banyak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Penggunaan obat yang berasal dari bahan alam semakin meningkat karena keefektifannya, harganya yang relatif murah, mudah diperoleh dan efek samping yang rendah. WHO merekomendasikan kepada masyarakat agar dapat menggunakan obat tradisional dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan, serta mencegah dan mengobati penyakit salah satunya adalah fitofarmaka. Penggunaan fitofarmaka di masyarakat lebih khususnya dalam sebuah keluarga, tidak terlepas dari peran, sikap dan pengetahuan perempuan, karena perempuan memiliki peran yang kuat dalam kehidupan keluarga. Pengetahuan perempuan tentang perkembangan fitofarmaka dalam dunia medis sangat penting dalam penggunaan fitofarmaka dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional seperti jamu untuk memelihara kesehatan dan pengobatan secara mandiri (swamedikasi). Penggunaan fitofarmaka dalam terapi swamedikasi bisa lebih menguntungkan masyarakat karena tidak perlu meracik obat tradisional secara mandiri, namun hanya perlu membeli sediaan fitofarmaka yang ada di toko obat maupun apotek terdekat. Oleh karena itu, tujuan dari buku ini adalah untuk memberikan sejuta manfaat penggunaan fitofarmaka sebagai terapi swamedikasi pada perempuan.

Teks lengkap
Show more arrow
 
Lainnya dari repositori ini
POTENSI DAN TANTANGAN PERPAJAKAN SEBAGAI KUNCI MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
🧐  Jelajahi semua dari repositori ini

Metrik

  • Eye Icon 1 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 1 kali dilihat  //  0 kali diunduh