TEMBANG MACAPAT “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Warisan Budaya Masyarakat Jawa”
Desember 29, 2022
Riya Anjarsari

Metrik

  • Eye Icon 0 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 0 kali dilihat  //  0 kali diunduh
Abstrak

Pendidikan tanpa membangun karakter hanya dapat menghasilkan robot-robot yang mampu menaklukkan dunia tetapi tidak mampu menaklukkan dirinya sendiri. Generasi masa kini yang hanya berpedoman pada suatu ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi minim dalam implementasi nilai-nilai moral dan etika universal, dalam hal ini peran tembang macapat dalam filsafat berperan sebagai pembangun pendidikan karakter.

Filsafat Jawa yang mencintai kebijaksanaan merupakan dasar para leluhur menjadikan tembang macapat sebagai media dakwah untuk menyampaikan pesan moral dan etika. Hal tersebut dimaksudkan supaya generasi muda penerusnya dapat mencintai kebijaksanaan secara mendalam untuk memahami hakikat kehidupan. Pesan-pesan tersirat yang disampaikan dalam tembang macapat merupakan salah satu wujud pendidikan karakter yang ditembangkan. Hal ini mengisyaratkan kepada para generasi penerus penutur Jawa untuk mendalami tembang macapat tersebut. Memaknai pesan di dalam tembang menjadi suatu hal yang penting karena makna filosofis dan historis sebuah tembang menjadi dasar karakter dalam kehidupan. Apabila ditinjau dari segi dampak positif, karakter yang baik mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan kesejahteraan dan kesehatan. Hal ini menegaskan bahwa kehilangan karakter sama dengan kehilangan segala-galanya dalam hidup. Sebagai generasi penerus bangsa yang menghormati leluhur, melestarikan warisan leluhur sudah menjadi suatu kewajiban.

Generasi penerus diharapkan mampu bertanggung jawab atas kebudayaan bangsa yang menjadi warisan nenek moyang. Hal yang paling penting sesungguhnya adalah tidak sekadar mengembalikan warisan nenek moyang. Lebih utama lagi adalah meneruskan pemikiran kreatif dari nenek moyang tersebut, supaya kebudayaan yang hampir punah dapat dibudayakan kembali. Hal tersebut ditekankan pada kebudayaan Jawa yang telah mengakar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Jawa baik dalam kerangka falsafah, sistem etika, maupun pelaksanaan ritual Jawa. Budaya Jawa akan selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi tujuan dari perubahan tersebut dimaksudkan tidak perlu merubah esensi dari keluhuran budaya Jawa.

Teks lengkap
Show more arrow
 
Lainnya dari repositori ini
AUDITING (PETUNJUK PRAKTISI AKUNTAN PUBLIK)
Memahami Ketepatan Pemberian Opini Audit beserta Faktornya
BENTENG GENERASI MILENIAL ISLAM
🧐  Jelajahi semua dari repositori ini

Metrik

  • Eye Icon 0 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 0 kali dilihat  //  0 kali diunduh